Jumat, 06 Juni 2014

DARAH DAN AIR (ROHANI)





1 Yohones 5 : 6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah yaitu Yesus Kristus bukan saja dengan air, tapi juga dengan air dan dengan dengan darah, dan Rohlah yang memberi kesaksian karena Roh adalah KEBENARAN.
Pertanyaan seriusnya “what and why” begitu seringnya ALKITAB menggunakan istilah darah..... dan air ....?  Secara sains “darah” pada makhluk hidup adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut “oksigen” yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun “sistem imun” yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari “sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Secara prinsip darah adalah salah satu unsur utama kehidupan dan yang membuat darah itu “hidup” adalah adanya oksigen murni (fure O2) karena   bila Darah manusia berwarna merah; Warna merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua/gelap apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobinprotein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul O2 murni. Jadi ketahanan dan kualitas Darah diukur dari warna dan kandungan O2 Murni di dalamnya, dalam kehidupan rohani dikatakan “Rohlah yang memberi kesaksian karena Roh adalah KEBENARAN” darah itu hidup dan berkualitas!! karena O2 Murni!!!, demikian pula kehidupan keseharian kita karena anugerah keilahian murni dalam rupa ROH ILAHI yang murni yang membuat berkualitasnya IMAN cerah warna dan hidupnya persekutuan dalam Kristus, dalam hal ini Rasul YOHANES mengingatkan bahwa sebagai ANAK ANAK ALLAH sudah memiliki kesaksian yang HIDUP bagi yang PERCAYA; meng-IMAN-i kepadaNYA, O2 murni sudah ada, ROH ILAHI itu sudah dianugerahkan bagi kita yang “PERCAYA” untuk mempertahankan tubuh jasmani/Rohani dari berbagai penyakit Dunia.... Tetapi sebagai Orang yang berdosa kita sering melupakan anugerah tersebut sehingga kadar O2 Murni tersebut tidak kita jaga; tidak dirawat sehingga hari; minggu; bulan; tahunan kadar tersebut semakin berkurang warna karakter/ Pribadi semakin kusam bahkan gelap (seperti darah tadi yang kekurangan O2), Bagaimana caranya kita menjaga agar kadar O2 bisa bagus dan berkualitas,.... Terapi Utama dalam sains adalah dengan Minum AIR putih dan pola hidup sehat (olah raga teratur dan seterusnya).... jauh sebelum zaman kedokteran maju Rasul Yohanes sudah memberi jawaban bahwa upaya untuk Minum AIR dan Pola hidup sehat adalah sebuah TINDAKAN!!!  Tegas Rasul Yohanes mengingatkan kita agar dalam menjalani hidup dan kehidupan IMAN tanpa TINDAKAN adalah bukan ciri ANAK ALLAH, karena ciri orang Kristus adalah adanya upaya TINDAKAN sebagai pertanggungjawaban atas anugerah IMAN dalam ROH ILAHI dalam Pribadi lepas Pribadi.... (by.indra morla)

Jumat, 23 Mei 2014

TALAWANG DAYAK

"TALAWANG DAYAK"

Talawang; Telawang; Telabang; (Tameng bhs. Indonesia)
masyarakat Suku Dayak menggunakan talawang (tameng atau perisai) dalam berperang.
Sama halnya dengan mandau, talawang merupakan benda budaya yang lahir dari kepercayaan
masyarakat Dayak akan kekuatan magis alamiah (Nature Power). Selain itu, talawang juga memiliki sisi estetis yang ditunjukkan pada motif dan ukirannya. Konon, ukiran pada talawang bisa memiliki daya magis yang mampu membangkitkan semangat hingga mampu mensugesti kuat orang yang menyandangnya.

Ukiran talawang Dayak pada umumnya ukiran (keterwakilan simbol flora, fauna dan manusia) seperti bermotif-kan burung Tingang, unsur simbol riak atau pusaran Air, unsur Api, unsur Angin, unsur Kayu, unsur Tanah, dan unsur Besi.  Selain motif burung (unggas), juga motif ular, motif mata, motif lain yang sering digunakan adalah ukiran kamang yakni motif yng mewakili unsur manusia di sebut dengan "Kamang" merupakan perwujudan dari roh leluhur Suku Dayak. 




"Motif Kamang" umumnya yang digambarkan dengan seseorang yang sedang duduk berpasangan, atau  menggunakan "Hewah" (Celana Khas Adat Dayak) dan wajah berwarna (umumnya merah). Walaupun setiap sub-Suku Dayak mengenal kebudayaan mandau dan talawang, penggunaan warna dan motif ukiran pada talawang berbeda-beda sesuai dengan ciri daerah dan atau karakter si pengguna, atau sesuai pesanan.






Filosofi Budaya Talawang

Talawang sebagai alternatif "Senjata Perisai"; bisa menjadi simbol/bagian perlengkapan tempur
karena dalam hidup ketajaman kepintaran tidak lengkap tanpa skil dan pengetahuan-strategi.  

Fungsi Harfiah Talawang
Talawang berfungsi untuk menangkis bahaya/ancaman/ serangan tidak diduga;
dalam kehidupan dayak, selalu ada tekanan kepentingan dan kebutuhan yang tidak terprediksi
(ekonomi, pendidikan dan kesehatan) penting untuk selalu mempersiapkan "antisipasi"

Talawang Sebagai Simbol Sosial
Talawang bermanfaat sebagai simbol sosial (ukiran keterwakilan flora fauna dan manusia)
dalam kehidupan dayak sangat "penting" manjalin hubungan harmoni baik dengan alam maupun dengan sesamanya (...).

Talawang sebagai identitas budaya;
dalam mozaik adat dayak, telabang memiliki makna identitas yang dibangun, dijaga harmonisasinya
secara mengakar untuk jaminan masa depan (talawang) bagi generasi berikutnya.(LYD)